Terkadang, melakukan sesuatu tanpa ada imbalannya. Tanpa ada keuntungan yang didapatkan. Jika memberikan sesuatu, harus ikhlas.. tanpa mengharapkan apapun. Tanpa mengharapkan balasan sekecil apapun. Begitu juga layaknya berjuang tanpa diperjuangkan. Memperdulikan tanpa diperdulikan. Menyayangi tanpa disayangi. Menjaga tanpa dijaga. Membahagiakan tanpa dibahagiakan Sakit? Di awal-awal mungkin iya. Namun lama-kelamaan kalau ikhlas, pasti akan lebih mudah menerimanya. Yang penting itu bukan sesuatu yang diberi.. tapi bagaimana cara memberikannya. Sesuatu yang kecil akan berarti besar jika diberikan dengan cara yang tepat. Kadang pula kita ditampar kenyataan bahwa sesuatu yang telah kita korbankan sedemikian rupa, hanya dianggap angin lalu saja. Seperti perasaan satu pihak contohnya. Atau pernahkah kamu merasakan saat kamu sibuk menyiapkan kejutan untuk seseorang tetapi orang itu hanya melihatmu dengan tatapan biasa saja dan tidak menunjukkan rasa tertarik sama sekali? Sehingga kamu kapok untuk memberinya kejutan lagi? Tenang. Kalau kamu benar-benar tulus, itu berarti kamu siap untuk menerima responnya. Tanpa ada rasa kapok atau jera. Yang terpenting bagimu adalah untuk melihat dia tersenyum bahagia karena usahamu. Kalaupun usahamu tidak dihargai, sabar saja. Mungkin ada orang lain yang lebih worth it :) Biar nggak terlalu kecewa atau stress karena pengorbananmu sia-sia, paling nggak kita harus punya sedikit rasa bodo amat terhadap apapun. Trust me it works! :)
"For a very long time I thought that being over someone meant you didn't love them anymore. But with you, I'm not sure that's ever going to be true. I may not love you the way I used to, but I think a part of me will always care for you. I'll always want you to be happy, even if it makes me sad in the process. I'll always smile when someone mentions your name, or I see a picture of you, even if it also makes me a little bitter. And I'll always love the memories I have of us, when we were both crazy for each other, even if those feelings are long gone. Oh yes, I'm over you. But I still care about you :) "
Hey. Awal masuk kelas ini itu rasanya gak srek karena udah pisah sm kelasku dulu wkt kelas 10 aaaa T_T awal masuk masi diem krn ngeblok antara mantan X IPS 1 dan X IPS 2. Eh tapi lama-lama ternyata heboh juga.. Alay juga.. Ribut juga :") Jadi kali ini aku akan nulis One Word yang aku inget kalo denger nama mereka. So here you goo :3
1. Kiki : Imut:3
2. Bustomi : Alim
3. Izzul :Iphone
4. Kholishul : cigs
5. Adil : passus
6. Daffa : tinggi
7. Oka : anak olahraga
8. Michael : headset
9. Nicho : centeng
10. Wildan : Iphone
11. Sultan : om
12. Bayu : presentasi
13. Divano : basket
14. Irfan Azhar : braces
15. Irfan galang : cjr
16. Ferry : MPK
17. Kania : saya
18. Elviera : mbem
19. Dewi : sensi
20. Eva : suaranya kecil
21. Mutia : arab :3
22. Pasya : gawl
23. Vike : ketawanya:")
24. Bekti : bebek
25. Cindy : presentasi
26. Ashila : silat
27. Tiara : pinter
28. Indah : laptop
29. Edikha : kalem
30. Bela : tinggi
31. Lena : pendiem
32. Nopi : cantik
33. Kaninda : taekwondo
34. Fanny : dance
Anak XI IIS 2 emang beraneka ragam. tp insyaallah nanti kita kompak sampe kelas 3 dan kelulusan. AAMIIN! :3
1. Kiki : Imut:3
2. Bustomi : Alim
3. Izzul :Iphone
4. Kholishul : cigs
5. Adil : passus
6. Daffa : tinggi
7. Oka : anak olahraga
8. Michael : headset
9. Nicho : centeng
10. Wildan : Iphone
11. Sultan : om
12. Bayu : presentasi
13. Divano : basket
14. Irfan Azhar : braces
15. Irfan galang : cjr
16. Ferry : MPK
17. Kania : saya
18. Elviera : mbem
19. Dewi : sensi
20. Eva : suaranya kecil
21. Mutia : arab :3
22. Pasya : gawl
23. Vike : ketawanya:")
24. Bekti : bebek
25. Cindy : presentasi
26. Ashila : silat
27. Tiara : pinter
28. Indah : laptop
29. Edikha : kalem
30. Bela : tinggi
31. Lena : pendiem
32. Nopi : cantik
33. Kaninda : taekwondo
34. Fanny : dance
Anak XI IIS 2 emang beraneka ragam. tp insyaallah nanti kita kompak sampe kelas 3 dan kelulusan. AAMIIN! :3
Aku memandangimu dari kejauhan
Melihatmu dari celah-celah yang mungkin tidak kau lihat
Dari tempat yang tidak kamu sadari
Aku memandangimu tanpa tujuan pasti
Hanya untuk melihatmu bahagia
Meskipun bukan aku alasan bahagiamu
Aku mengagumimu dalam diam
Entah sampai kapan aku akan terus diam
Diam yang semakin lama akan menyiksaku
Kesunyian ini, aku benci
Tapi akan ku nikmati perasaan ini dalam kurun waktu tidak pasti
Aku menunggumu, berharap suatu saat kau sadar
Penantian ini tak berujung
Ingin sekali aku mengamit jemarimu disaat-saat lemahmu
Ingin sekali aku jadi tempatmu berbagi suka maupun duka
Ingin sekali aku menjadi morfin yang menenangkan dalam hidupmu
Aku menyadari kadang aku terlalu egois
Menginginkan rengkuhanmu disaat aku sudah lemah
Menginginkan sandaran di bahumu
Mungkin rasanya menyenangkan
Aku sadar aku bukan siapa-siapa
Hanya orang asing
Yang sekedar menyapamu saja aku tak berani
Sekedar menatap matamu saja aku tak berani
Aku hanyalah sosok dibalik layar
Tapi ingatlah satu hal
Kalau dia yang kau tunggu membuatmu sedih
Sini, aku bahagiakan.
Melihatmu dari celah-celah yang mungkin tidak kau lihat
Dari tempat yang tidak kamu sadari
Aku memandangimu tanpa tujuan pasti
Hanya untuk melihatmu bahagia
Meskipun bukan aku alasan bahagiamu
Aku mengagumimu dalam diam
Entah sampai kapan aku akan terus diam
Diam yang semakin lama akan menyiksaku
Kesunyian ini, aku benci
Tapi akan ku nikmati perasaan ini dalam kurun waktu tidak pasti
Aku menunggumu, berharap suatu saat kau sadar
Penantian ini tak berujung
Ingin sekali aku mengamit jemarimu disaat-saat lemahmu
Ingin sekali aku jadi tempatmu berbagi suka maupun duka
Ingin sekali aku menjadi morfin yang menenangkan dalam hidupmu
Aku menyadari kadang aku terlalu egois
Menginginkan rengkuhanmu disaat aku sudah lemah
Menginginkan sandaran di bahumu
Mungkin rasanya menyenangkan
Aku sadar aku bukan siapa-siapa
Hanya orang asing
Yang sekedar menyapamu saja aku tak berani
Sekedar menatap matamu saja aku tak berani
Aku hanyalah sosok dibalik layar
Tapi ingatlah satu hal
Kalau dia yang kau tunggu membuatmu sedih
Sini, aku bahagiakan.
Malam-malam begini sih enaknya minum kopi, terus ada kamu sambil bercerita obrolan ringan :3 Tapi sayangnya.. Sekedar menyapamu pun aku tidak berani. Apalagi mengajakmu untuk minum kopi bersama dan melakukan coffee talks pada malam hari begini. Aku hanya bisa mengagumimu dari jauh, memastikan bahwa kamu baik-baik saja dan bisa tertawa bahagia bersama teman-temanmu, walaupun alasan tertawamu bukan karena aku sih.. tapi itu sudah lebih dari cukup kok :3 . Ingin sesekali aku bisa lebih berani daripada ini. Tapi.. yasudah. Tak apalah. Mungkin memang belum saatnya aku untuk berani. Mungkin ini hanya perasaan sesaat saja :3


